Mengisi kegiatan Ramadhan 1429 H, NetRe Sumbagsel menyelenggarakan kegiatan IBO dengan acara siraman rohani yang dilaksanakan seacara rutin 2 kali seminggu yaitu setiap ba’da dzuhur Selasa dan Kamis. Pengisi acara dihadirkan ustadz dari kota Palembang bahkan pernah kedatangan ustadz dari Jakarta.Kegiatan IBO pada Selasa (23/9) dikemas dalam acara Buka Bersama Keluarga Besar NetRe Sumbagsel. Acara dihadiri oleh seluruh karyawan NetRe dan sebagian karyawan ArNet Palembang, seluruh mitra baik cleaning service, TLH dan Satpam beserta keluarga, serta anak-anak Panti Asuhan Hakiki Palembang dengan siraman rohani diberikan oleh ustadz Legawan Isa M.Ag.
Acara terselenggara dengan kerjasama antara manajemen dan SEKAR. Sebelum siraman rohani, terlebih dahulu dilakukan pemberian bingkisan lebaran kepada seluruh mitra (CS, TLH, Satpam) serta santunan ke anak-anak yatim dari Panti Asuhan Hakiki. Bingkisan lebaran diberikan dari hasil iuran seluruh anggota Sekar plus dana dari Manajemen. Dari SEKAR komisariat kantor NetRe dan komisariat ArNet Palembang berhasil terkumpul lebih dari 11 juta dan dibagikan dalam bentuk bingkisan kepada 135 orang. Sementara di Lampung, Bengkulu dan Jambi dilakukan hal sama oleh masing-masing komisariat.
Dalam sambutannya, GM NetRe Sumbagsel Tri Djoko menyampaikan bahwa acara ini merupakan ajang mempererat tali silaturahmi agar terjaga sikap saling peduli, saling memaafkan dan saling mendoakan. Tri Djoko meminta seluruh jamaah untuk ikut berdoa agar diri kita, keluarga kita termasuk perangkat yang kita kelola agar senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Dan menyambut Idul Fitri, Tri Djoko menyampaikan ucapan selamat idul fitri dan mohon maaf lahir batin kepada seluruh jamaah.
Sementara ustadz Legawan Isa menyampaikan materi tentang menggapai keutamaan Lailatul Qodar. Menurut Legawan bahwa setiap umat Islam akan memperoleh keutamaan Lailatul Qodar, karena malam itu dimulai dari maghrib sampai terbit fajar (subuh), namun dengan kadar yang berbeda-beda tergantung amalan pada malam itu. Anggapan bahwa menggapai Lailatul Qodar itu sulit dibantah ustadz Legawan dengan menguraikan dalil dari Al Qur’an yaitu surah Al Qadr ayat 1 dan 5.
Siraman rohani ditutup dengan buka bersama dan dilanjutkan shalat maghrib berjamah dan diakhiri dengan makan malam bersama. (Muntalip)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar