Pada kesempatan kali ini disembelih 4 ekor sapi yang dagingnya dibagikan ke berbagai elemen masyarakat yang kurang mampu diantaranya 6 lokasi Panti Asuhan Anak Yatim/Piatu, beberapa jiron tetangga dan sepertiga bagian lagi kepada yang melaksanakan kurban.
Tampak antusias dari para panitian dan mereka yang melaksanakan kurban, terlihat semua punya tanggung jawab sendiri sehingga penyembelihan terlaksana dengan begitu lancar dan selesai sebelum pukul 12 siang.
Makna yang tersirat dalam pelaksanaan kali ini adalah bahwa Kurban memutus mata rantai kecintaan duniawi. “Selain merupakan wujud hablun Minallah (hubungan manusia dengan Sang Pencipta), ibadah qurban juga merupakan manifestasi hubungan sesama manusia (hablun Minannas).
Pendistribusian sendiri dilakukan oleh panitia dengan mendatangi beberapa Panti Asuhan, jadi bukan mereka yang mengambil ke lokasi penyembelihan hewan, namun kita yang menghatar bola. Hal ini berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya bahwa bila kupon dibagikan, kemudian penerima di minta untuk mengambil sendiri daging kurban, maka jumlah yang datang melebihi jumlah kupon yang ditetapkan sebelumnya. Hal ini akibat dari mereka yang menerima kupon mengajak teman ataupun kerabatnya yang tidak dibagi kupon, sehingga mereka yang punya kupon namun terlambat datang tidak mendapatkan jatah daging kurban.
Itulah sekilas pengalaman kami dalam proses pembagian daging kurban pada kali ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar